Sertakanpula kutipan-kutipan dari teks tersebut untuk memperkuat alasan-alasan itu. KUNCI JAWABAN. 1. Pada jawaban ini, mengidentifikasi informasi yang terdapat pada teks resensi yang telah dicontohkan. Peryataaan. a. Dilengkapi ilustrasi-ilustrasi menarik (sesuai) b. Banyak diwarnai kisah cinta yang romantik (sesuai)
Dahulukanmenjawab soal - soal yang dianggap mudah. 6 6. Kerjakan semua soal pada lembar jawab yang disediakan. 7 7. Jumlah soal sebanyak 50 butir pilihan ganda. 8 8. Periksalah pekerjaan Anda sebelum diserahkan kepada pengawas. 9. Tidak diperkenankan mengunakan kalkulator atau alat bantu hitung lainnya.
BacaJuga: Bahasa Indonesia Kelas 11 SMA halaman 170, Istilah, Bidang Keilmuan dan Pengertiannya. Bacalah kembali contoh teks resensi di atas dengan baik! Secara mendasar, aspek-aspek tersebut didasarkan pada aspek-aspek berikut! 1) buku identitas,
Kopitiwus sangat nikmat walau hanya diseduh dengan air panas. Pada titik inilah, Ben sadar bahwa kecintaan yang berlebih bukanlah hal yang baik dan sesunggunya tidak ada yang sempurna di dunia ini, namun dia tetap mensyukuri hidup ini. Filosofi Kopi karya Dee Lestari yang terdiri atas kumpulan cerita pendek dan prosa selama satu dekade (1995
4) Di samping itu, menambah pengeluaran yang seharusnya ditabung untuk hari esok. (5) Oleh karena itu kurangi atau berhentilah merokok! 5) Kalimat persuasif dalam paragraf di atas terdapat pada kalimat . a. (2) b. (3) c. (4) d. (5) Kunci Jawaban : d. Soal PAT Bahasa Indonesia Kelas 8 Semester 2 dan Jawabannya 21. Bacalah paragraf berikut ini !
17Nov, 2021 Post a Comment. Ketelair Indonesia_ Dear, Sahabat pembaca yang baik hati, berikut ini kami haturkan 125 contoh soal mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 12, dan kami persilahkan copas tulisan ini bilamana dirasa bermanfaat dan dapat membantu para pembaca. 1. Untuk memahami secara lebih mendalam kisah - kisah yang ditulis dalam
Pembahasan Resensi adalah suatu penilaian terhadap sebuah karya, berupa buku, karya seni film dan drama. Resensi memiliki struktur sebagai berikut. Judul. Judul resensi harus mempunyai kesinambungan dengan isi resensinya. Identitas Buku yang terdiri dari judul buku, pengarang penerbit, tahun terbit beserta cetakannya, dimensi buku, harga buku.
1 Tulis namamu di sudut kanan atas 2. Bacalah setiap soal dengan teliti. 3. Kerjakan dulu soal yang kamu anggap mudah. 4. Periksa kembali pekerjaanmu sebelum diserahkan pada pengawas. A. Berilah tanda silang (x) didepan huruf a,b, c, d atau e didepan jawaban yang benar ! 1. Cermati kutipan paragraf berikut.
Publishingplatform for digital magazines, interactive publications and online catalogs. Convert documents to beautiful publications and share them worldwide. Title: Bahasa Indonesia Kelas XI, Author: Admin Ppdig, Length: 290 pages, Published: 2017-05-14
Resensiadalah karangan yang berisi ulasan sebuah karya, baik itu yang berupa buku, film, ataupun album lagu. Isinya berupa penilaian atas keunggulan dan kelemahan karya tersebut. Kalimat resensi yang menyatakan kelemahan novel dalam petikan tersebut adalah Cerita ni perlu berkali-kali dibaca untuk dapat memahcrminya.
SOALLATIHAN PAS BAHASA INDONESIA SMP SEMESTER GENAP KURIKULUM 2013. Salam Pendidikan, Pada kesempatan Yang berbahagia ini saya akan mengulas soal latihan penilaian akhir semester PAS untuk jenjang Sekolah menengah pertama (SMP) semester 2 kurikulum 2013. Soal ini meliputi kelas 7 dan kelas 8. soal ini dapat anda gunakan untuk mengasah
Setelahmemahami isi kritik dan esai, pada pembelajaran ini, kamu akan belajar untuk menyusun kritik dan esai. Untuk itu, bacalah kembali contoh teks kritik "Lelaki Tak Pernah Basi" dan esai "Batman" di atas. Kegiatan. Menyusun Kritik Sastra. Dalam menyusun kritik, ada beberapa hal yang harus dipegang oleh kritikus (penulis kritik).
E kalimat perbandingan. Bacalah 2 kutipan teks laporan hasil observasi berikut untuk menjawab soal nomor 3 dan 4! Teks ke- 1. Buah pepaya berbentuk oval, berkulit halus, dan berwarna jingga kehijauan. Buah ini dikenal banyak mengandung vitamin C juga memiliki kandungan zat antioksidan yang baik.
TERJEMAH Unsur-Unsur dan Kategorinya A. Apa Itu Terjemah Terjemah adalah usaha memindahkan pesan dari teks berbahasa Arab (teks sumber) dengan padanannya ke dalam bahasa Indonesia (teks sasaran) B. Bahasa Sumber (‫ )اللغة المترجمة عنها‬atau (‫)لغة االصل‬ Dalam konteks ini, bahasa sumber menunjuk kepada bahasa
PandemiCovid-19 adalah peristiwa menyebarnya Penyakit koronavirus 2019 (Bahasa Inggris: Coronavirus disease 2019, disingkat Covid-19) di seluruh dunia untuk semua Negara.Penyakit ini disebabkan oleh koronavirus jenis baru yang diberi nama SARS-CoV-2. Wabah Covid-19 pertama kali dideteksi di Kota Wuhan, Hubei, Tiongkok pada tanggal 31 Desember 2019, dan ditetapkan sebagai pandemi oleh
FNgbH. Di bagian ini kamu mengindentifikasi identitas buku yang diresensi dan mengungkapkan isi informasi buku yang 1Mengidentifikasi Identitas Buku yang DiresensiPerhatikanlah teks Bocah di Zaman JepangJudul Novel Saksi Mata Pengarang Suparto Brata Penerbit Penerbit Buku KOMPAS Tebal x + 434 halamanSetelah membaca novel yang sangat tebal ini, saya jadi teringat dengan novel Mencoba Tidak Menyerah-nya Yudhistira Massardhie dan juga novel Ca Bau Kan-nya Remy Sylado. Dalam novel Mencoba Tidak Menyerah, yang menjadi tokoh sentralnya adalah bocah laki-laki berusia sepuluh tahun, sedangkan dalam novel Ca Bau Kan yang telah diangkat ke layar lebar, digambarkan bagaimana keadaan Jakarta, kota era zaman penjajahan Belanda dengan sangat detail. Lalu apa hubungannya dengan novel Saksi Mata karya Suparto Brata ini?Dalam Saksi Mata, yang menjadi “jagoan” alias tokoh utamanya adalah bocah berusia dua belas tahun bernama Kuntara, seorang pelajar sekolah rakyat Mohan-gakko dan mengambil latar Kota Surabaya pada zaman penjajahan Jepang dengan penggambaran yang sangat apik, detail dan sangat memikat. Novel setebal 434 halaman ini sendiri sebenarnya merupakan cerita bersambung yang dimuat di Harian Kompas pada rentang waktu 2 November 1997 hingga 2 April berawal saat Kuntara secara tidak sengaja memergoki buliknya Raden Ajeng Rumsari alias Bulik Rum tengah berduaan dengan Wiradad di sebuah bungker perlindungan-belakangan baru diketahui oleh Kuntara kalau Wiradad adalah suami sah dari Bulik Rum. Hal itu membuat perasaan hatinya berkecamuk. Kuntara pun heran dengan apa yang dilakukan oleh Bulik Rum yang selama ini selalu dihormatinya. Namun ia bisa mengerti kalau ternyata Bulik Rum yang cantik ini menyembunyikan sejuta kisah yang tak bakal Rum adalah “pegawai” tuan Ichiro Nishizumi, meski pekerjaan sehari-harinya bekerja di pabrik karung Asko. Sebenarnya Bulik Rum sudah menikah dengan Wiradad tetapi tuan Ichiro Nishizumi tidak peduli dengan semua itu dan memboyongnya ke Surabaya. Baik Wiradad maupun ayah Bulik Rum sendiri tidak mampu mencegah keinginan Ichiro Nishizawa yang sangat berkuasa ini. Akan tetapi, Wiradad tidak mau menyerah begitu saja dan segera menyusul Bulik Rum ke Wiradad akan bertemu dengan Bulik Rum inilah terjadi sesuatu yang di luar dugaan. Okada yang gelap mata ini segera mengambil samurai kecilnya hingga akhirnya Bulik Rum menghembuskan nafas terakhir di bungker perlindungan. Okada yang selama ini sangat dihormati oleh Kuntara tenyata memiliki tabiat tidak beda dengan Tuan Ichiro sinilah awal kisah “petualangan” Kuntara dalam mengungkap kasus hilangnya Bulik Rum hingga upaya untuk membalas dendamnya bersama dengan Wiradad kepada tuan Ichiro Nishizawa dan juga Okada. Sejak kasus hilangnya Bulik Rum ini, keluarga Suryohartanan–tempat Kuntara dan ibunya menetap–mulai terlibat dengan berbagai kejadian yang mengikutinya. Kuntara yang tidak menginginkan keluarga ini terlibat dengan permasalahan yang terjadi dengan sengaja menyembunyikannya. Dengan segala “kecerdikan” ala detektif cilik Lima Sekawan Kuntara berupaya menyelesaikan kasus ini bersama dengan Wiradad. ***Sangat jarang sekali novel-novel “serius” di Indonesia yang terbit dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir yang menggunakan tokoh utama seorang anak kecil, selain dari novel Mencoba Tidak Menyerahnya Yudhistira ANM, mungkin hanya novel Ketika Lampu Berwarna Merah karya cerpenis Hamsad Rangkuti. Adalah hal yang menarik apabila membaca cerita sebuah novel “serius” dengan tokoh utama seorang anak kecil karena ia memiliki perspektif atau pandangan berbeda mengenai dunia dan segala sesuatu yang terjadi, bila dibandingkan dengan orang dewasa. Kita bisa membayangkan bagaimana seorang Kuntara yang baru berusia dua belas tahun menanggapi berbagai peristiwa yang terjadi dengan diri, keluarga, dan lingkungan sekitarnya pada masa penjajahan Jepang dan dengan “kepintarannya” ia mencoba untuk memecahkan persoalan tersebut. Meski menarik tetap saja akan memunculkan pertanyaan bagaimana bisa bocah dua belas tahun menjadi “sangat pintar”?Keunggulan lain dari novel ini adalah penggambaran suasana yang detail mengenai Kota Surabaya pada tahun 1944 zaman pendudukan Jepang, malah ada lampiran petanya segala! Suasana kota Surabaya di zaman itu juga “direkam” dengan indah oleh Suparto Brata. Kita bisa membayangkan bagaimanan keadaan kampung SS Pacarkeling yang kala itu masih “berbau” Hindia Belanda karena nama-nama jalannya masih menggunakan namanama Belanda. Juga tentang bungker-bungker–perlindungan yang digunakan untuk bersembunyi kala ada serangan udara–kebetulan saat itu tengah berkecamuk Perang Dunia II. Tidak ketinggalan juga tentang stasiun kereta api Gubeng yang tersohor arek Suroboyo yang tentunya mengenal seluk beluk kota Buaya ini, Suparto Brata jelas tidak mengalami kesulitan untuk melukiskan keadaan ini. Apalagi ia adalah penulis yang hidup dalam tiga zaman, kolonialisme Belanda, pendudukan Jepang dan era kemerdekaan. Penggambaran suasana yang detail ini juga berkonsekuensi kepada cerita yang cukup panjang meski tetap tanpa adanya maksud untuk ini juga diperkaya dengan adanya kosakata dan lagu-lagu Jepang yang makin menghidupkan suasana zaman pendudukan balatentara Jepang di Indonesia. Namun, uniknya, tidak ada satupun terjemahan untuk kosakata Jepang tersebut. Jadi, bagi yang tidak mengerti bahasa Jepang, seperti saya juga, ya tebak-tebak saja seperti itulah yang disebut dengan resensi. Di dalamnya tersaji informasi tentang tanggapan atau komentar mendalam tentang kelebihan dan kelemahan suatu karya. Dalam contoh di atas, objek yang ditanggapi berupa novel. Selain itu, objeknya dapat berupa buku ilmu pengetahuan, film, pementasan drama, album lagu, lukisan, teks. Sebagaimana yang tampak pada contoh di atas bahwa di dalam teks yang berupa resensi mencakup informasi identitas karya, ringkasan, serta ulasan kelebihan dan kelemahan isi karya itu. Di samping itu, dapat pula disajikan rekomendasi penulis resensi itu untuk a. Bacalah kembali contoh teks resensi di atas dengan baik! b. Secara berkelompok, identifikasilah resensi tersebut berdasarkan aspek-aspek berikut! 1 identitas buku, 2 ringkasan isi buku, 3 keunggulan buku, 4 kelemahan buku, dan 5 rekomendasi. c. Selain aspek-aspek tersebut, adakah aspek lain yang dibahas dalam resensi tersebut? Jelaskan!2. a. Cermatilah contoh resensi lainnya, untuk buku nonfiksi! b. Cermati unsur-unsur yang ada pada resensi tersebut! c. Tuliskanlah hasil penilaian kamu pada teks tersebut! d. Gunakanlah rubrik seperti di bawah ini!Contoh Jawaban1. Pada jawaban ini, peserta didik mengidentifikasi resensi berdasarkan bagianbagiannya dari teks resensi yang telah Buku a. Judul Buku Saksi Mata b. Pengarang Suparto Brata c. Penerbit Kompas d. Tebal x + 434 halamanRingkasan Isi Buku Tokoh utama dalam novel ini adalah bocah laki-laki berusia dua belas tahun bernama Kuntara, yaitu seorang pelajar sekolah rakyat Mohangakko dan mengambil latar Kota Surabaya pada zaman penjajahan Jepang dengan penggambaran yang sangat apik, detail, dan sangat memikat. Novel setebal 434 halaman ini sebenarnya merupakan cerita bersambung yang dimuat di halaman Kompas pada rentang waktu 2 November 1997 hingga 2 April 1998. Kisah berawal dari Kuntara secara tidak sengaja memergoki buliknya Raden Ajeng Rumsari alias Bulik Rum tengah bertemu dengan Wiradad di sebuah bunker belakang. Baru diketahui Kuntara kalau Wiradad adalah suami sah dari Bulik Rum. Semantara itu, Bulik Rum adalah “wanita simpanan” tuan Ichiro Nishizumi, meski pekerjaan sehari-harinya bekerja di pabrik karung. Sebenarnya, Bulik Rum sudah menikah dengan Wiradad tetapi tuan Ichiro Nishizumi tidak peduli dengan semua itu dan memboyongnya ke Buku Novel ini menyajikan cerita sejarah pada masa penjajahan zaman Jepang di Indonesia. Salah satu sejarah yang perlu diketahui oleh para Buku Novel ini tidak cocok untuk kalangan remaja bahkan untuk anak-anak. Lebih cocok untuk Membaca novel ini akan mengingatkan kembali pada peristiwa penjajahan zaman Jepang di Indonesia tepatnya di Kota Surabaya. Kosakata dan lagu-lagu Jepang yang disajikan menambah hidup suasana zaman pendudukan Jepang saat di Pada jawaban ini, peserta didik mencermati unsur-unsur resensi jenis buku lain yaitu nonfiksi. Pengerjaannya bisa berdasarkan format tabel yang ada disertai dengan penilaian. Aspek yang dinilai yaitu kelengkapan, ketepatan, kejelasan, keefektifan kalimat, kebakuan ejaan/tanda baca.
- Dalam kunci jawaban berikut, simak pembahasan Bab VII Menilai Karya Melalui Resensi. Pertanyaan di atas merupakan materi Buku Bahasa Indonesia Untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI. Simak materi kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 halaman 211 - 214 dalam artikel ini. Kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 halaman 211 - 214 ditujukan bagi orangtua untuk membimbing proses belajar siswa. Ilustrasi - Siswa belajar. Diharapkan orangtua bisa membimbing kegiatan belajar siswa di rumah dengan semangat. Rangkuman kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 halaman 211 - 214 hanya sebagai panduan, jawaban dari setiap soal tidak terpaku dari kunci jawaban ini. Baca juga KUNCI JAWABAN Bahasa Indonesia Kelas 9, Mereka Dimakan oleh Konsumen Primer yang Lebih Besar Jawaban bisa berbeda dan tidak terpaku pada kunci jawaban yang disajikan dalam artikel ini. Diharapkan siswa bisa mencari jawaban sendiri dari setiap soal yang disajikan. Pada materi kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 halaman 211 - 214 siswa diminta membandingkan isi teks resensi. Simak pembahasan kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 halaman 211 - 214 selengkapnya berikut ini. Baca juga KUNCI JAWABAN Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 14, Catatan Informasi Kelelawar Merupakan Mamalia Kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 halaman 211 - 214 B. Menyusun Sebuah Resensi dengan Memperhatikan Hasil Perbandingan Beberapa Teks Resensi Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu1. mengidentifikasi identitas buku yang diresensi;2. mengungkapkan isi informasi buku yang diresensi. Kegiatan 1 Mengidentifkasi Identitas Buku yang Diresensi
a. Bacalah kembali contoh teks resensi di atas dengan baik! b. Secara berkelompok, identiikasilah resensi tersebut berdasarkan aspek-aspek berikut! 1 identitas buku, 2 ringkasan isi buku, 3 keunggulan buku, 4 kelemahan buku, dan 5 rekomendasi. c. Selain aspek-aspek Jawaban 1. Identitas Buku a. Judul Buku Saksi Mata b. Pengarang Suparto Brata c. Penerbit Kompas d. Tebal x + 434 halaman 2. Ringkasan Isi Buku Tokoh utama dalam novel ini adalah bocah laki-laki berusia dua belas tahun bernama Kuntara, yaitu seorang pelajar sekolah rakyat Mohangakko dan mengambil latar Kota Surabaya pada zaman penjajahan Jepang. Kisah berawal dari Kuntara secara tidak sengaja memergoki buliknya Raden Ajeng Rumsari alias Bulik Rum tengah bertemu dengan Wiradad di sebuah bunker belakang. Baru diketahui Kuntara kalau Wiradad adalah suami sah dari Bulik Rum. Semantara itu, Bulik Rum adalah “wanita simpanan” tuan Ichiro Nishizumi, meski pekerjaan sehari-harinya bekerja di pabrik karung. Sebenarnya, Bulik Rum sudah menikah dengan Wiradad tetapi tuan Ichiro Nishizumi tidak peduli dengan semua itu dan memboyongnya ke Surabaya. Tetapi, Wiradad tidak mau menyerah begitu saja dan segera menyusul Bulik Rum ke Surabaya. Saat Wiradad akan bertemu dengan Bulik Rum inilah terjadi sesuatu yang di luar dugaan. Okada yang gelap mata ini segera mengambil samurai kecilnya hingga akhirnya Bulik Rum menghembuskan nafas terakhir di bungker perlindungan. Okada yang selama ini sangat dihormati oleh Kuntara tenyata memiliki tabiat tidak beda dengan Tuan Ichiro Nishizawa. 3. Keunggulan Buku • Yang menarik dari novel ini adalah tokoh utamanya, seorang anak kecil yang memiliki perspektif atau pandangan berbeda mengenai dunia dan segala sesuatu yang terjadi, bila dibandingkan dengan orang dewasa dan caranya dalam memecahkan permasalahan dengan kepintarannya. • Penggambaran suasana yang detail mengenai Kota Surabaya pada tahun 1944 zaman pendudukan Jepang yang disertai dengan lampiran peta. • Novel ini juga diperkaya dengan adanya kosakata dan lagu-lagu Jepang yang makin menghidupkan suasana zaman pendudukan balatentara Jepang di Indonesia. 4. Kelemahan Buku Tidak ada terjemahan untuk kosakata Jepang tersebut sehingga membaca hanya bisa mengira-ngira arti dari kosakata tersebut. 5. Rekomendasi Novel ini sangat bagus untuk dibaca karena penggambaran suasana yang detail ini juga berkonsekuensi kepada cerita yang cukup panjang meski tetap tanpa adanya maksud untuk bertele-tele. 290 total views, 1 views today
Cara menulis resensi akhir-akhir ini banyak yang mempelajarinya. Selain untuk keperluan tugas sekolah, ternyata juga dapat dijadikan pekerjaan sampingan yang bisa menghasilkan uang loh. Kok bisa meresensi bisa menghasilkan uang? Seperti yang pernah saya singgung pada artikel-artikel sebelumnya. Bahwasanya menguasai cara menulis resensi dapat membantu menambah uang saku dengan cara mengirimkan ke surat kabar, tabloid atau semacamnya. Jadi buat kamu yang masih mengerjakan resensi sekedar tugas kelas, sekarang Anda menguasai cara menulis resensi lebih dari itu. Sayangnya agar bisa menulis resensi dibutuhkan kemauan dan mengetahui beberapa pembahasan seperti menguasai unsur-unsurnya, struktur, jenis resensi dan pengertiannya. Pengertian Menulis Resensi Secara umum, pengertian menulis resensi diambil dari kata recensere yang bermakna menilai kembali. Kemudian untuk memudahkan dalam pemahaman, resensi diartikan sebagai kegiatan menilai atau menimbang kembali hasil karya. Bisa karya berbentuk buku, karya film ataupun karya musik. Ternyata menurut para ahli, terkait mendefinisikan ada beberapa pendapat sebagai berikut. Zaenuddin Menurut Zaenuddin 2004 memfokuskan pada pengertian resensi buku, yang mengartikan bahwa upaya seseorang untuk melakukan penilain ulang terhadap kualitas buku. Dalam proses menilai ulang, peresensi bisa menilai aik buruknya buku tersebut apa saja. Jika ditemukan informasi penting yang baru, itu juga yang harus disampaikan ke pembaca secara singkat, padat, jelas dan mendetail. Hakim Pendapat Hakim lebih singkat. Resensi adalah tulisan yang ditulis menggunakan bahasa deskripsi dan dibubuhi pandangan kritis sesuai dengan tema dan pokok pembahasan yang diresensi. Putra Berbeda dengan putra, kata resensi memiliki istilah lain seperti rehal, bedah buku, tinjauan buku, book review, pustaka, timbangan buku dan ulasan buku. Dimana resensi buku sebagai objek. Suhandang Dijelaskan lebih luas lagi oleh Suhandang, bahwasanya resensi tidak selalu berbentuk resensi buku saja. Di era yang sekarang sudah mengalami perkembangan pesat, resensi juga dapat digunakan untuk resensi pertunjukan teater, film, hingga resensi music juga loh. Baca Juga Resensi Buku Non Fiksi Contoh dan Penjelasan Lengkapnya Hasnun Lebih kritis, menurut Hasnun resensi buku dengan kritik buku memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Resensi lebih menekankan memberikan penilaian secara garis besarnya saja terhadap yang diresensi. sedangkan kritik buku lebih memfokuskan pada penilaian isi buku itu lebih mendetail dan rinci. Atau, dalam makna singkat dan sederhana, resensi buku dapat diartikan sebagai catatan yang disertai dengan komentar singkat dari pihak peresensi. Samad Sementara Samad mendefinisikan resensi sebagai ringkasan yang menilai sebuah karya. Tentunya, bagi peresensi memiliki kewajiban untuk mengetahui, menikmati, membaca yang hendak di resensi terlebih dahulu. Sudarman Berbeda lagi dengan pendapat Sudarman 2008 yang mengungkapkan bahwasanya resensi adalah wawasan yang akan mengulas baik atau buruk yang dierensi. Di sinilah penulis bertugas untuk memberikan penilaian, kritik isi buku terhadap objek yang direview. Dalman Resensi buku menurut Dalman 2015 adalah istilah yang digunakan untuk menilai kelebihan dan kelemahan buku. Mursidi Berbeda dengan pendapat Mursidi, yang mengartikan bahwa resensi sebagai upaya menilai karya orang lain. Tidak sekedar memberikan penilaian saja, tetapi juga membahas, mengkritik dan mengungkapkan kembali isi buku, apakah di sana ditemukan kelemahan dan kelebihannya. Fanani Fanani mendefinisikan resensi sebagai upaya untuk menilai objek resensi. Objek resensi itu sendiri memiliki banyak macamnya. Ada resensi buku, resensi film, resensi music dan masih banyak lagi. Itulah beberapa pendapat resensi menurut para tokoh. Jika dibuat sebuah kesimpulan, maka resensi dapat diartikan sebagai aktivitas seseorang untuk menimbang, meringkas sebuah buku yang disertai dengan komentar. Disamping itu, resensi sebagai upaya untuk mengulas baik buruk, kelemahan dan kelebihan dari isi buku yang dituliskan. Unsur-Unsur Menulis Resensi Cara menulis resensi tidaknya semudah membaca pengertian yang sudah kita baca di bab sebelumnya. Sebuah resensi yang dapat dikatakan baik, apabila memuat unsur-unsur sebagai berikut. Judul Resensi Judul resensi menjadi unsur yang paling penting. Ketika meresensi buku, ada dua judul. Judul pertama adalah judul bawaan buku yang diulas. Sedangkan judul yang kedua adalah judul ulasan resensi yang peresensi buat. Pembuatan judul resensi pada ulasan yang Anda buat, harus dibuat agar tetap menarik. Pertanyaannya, bagiamana membuat judul yang menarik? Jawabannya sederhana, cukup ditulis menggunakan bahasa yang singkat, padat dan jelas. Meskipun judul ditulis secara ringkat dan pendek, pembaca tergelitik dan penasaran ingin membaca ulasan dari resensi yang Anda buat. Penulisan yang menarik tidak hanya bagian judul, tetapi juga bagian ulasan resensi ditulis secara menarik. Baca Juga Ingin Resensi Buku Dimuat? Kenali 6 Identitas Buku di Penerbit Buku Menyusun Data Buku Menyusun data buku juga menjadi unsur yang wajib ada saat meresensi buku. Dalam bahasa umumnya, menyusun data buku dapat diartikan dengan menyusun identitas buku. Adapun beberapa identitas wajib yang harus ada saat meresensi buku sebagai berikut. Judul Buku Judul buku yang diresensi tidak boleh diotak-atik oleh peresensi. Jadi tuliskan judul buku sesuai dengan judul aslinya. Penulis Buku Penulis buku juga wajib dituliskan agar memberitahu pembaca bahwa buku tersebut ditulis oleh si penulis A, atau B, atau C. Mengingat ada kemungkinan, judul sama, tetapi penulis berbeda. Penerbit Buku Mencantumkan penerbit buku sebagai identitas dan penanda. Seperti yang diulas di nomor 2 yang memungkinkan ada kesamaan data buku, tetapi diterbitkan oleh penerbit yang berbeda. Tebal Buku Seberapa penting mencantumkan ketebalan buku? Mungkin ada yang menganggap tidak penting. Tapi sebenarnya ini penting banget loh. karena dalam meresensi buku hanya melihat cover depan, tidak bisa melihat punggung buku, maka mencantumkan tebal atau jumlah halaman buku memberikan gambaran setebal apa buku tersebut. Tahun Terbit Buku Tahun terbit juga penting dicantumkan. Salah satu tujuan penulisan tahun terbit buku adalah memberikan gambaran kepada calon penulis buku tersebut masih baru atau sudah lama. Tentu saja tahun terbit terbaru dapat memberikan pertimbangan bagi para calon pembeli buku. Ada calon pembeli buku yang sengaja mencari buku lawas, ada juga tipe pembaca yang suka membaca buku terbaru. Maka dari itu, agar cara menulis buku resensi lebih lengkap, wajib menyantumkan tahun terbit. ISBN Penyusunan data buku yang tidak kalah penting yang lain adalah menyantumkan nomor ISBN. Kelihatannya no ISBN hanya menyantumkan sederetan angka saja dan tidak berarti bagi pembaca. Namun, tahukah kamu juika sederetan angka ISBN tersebut memiliki manfaat dan fungsi loh. Diantaranya, berfungsi untuk memudahkan penjual buku untuk mengidentifikasi buku dan harga. ISBN juga dapat digunakan untuk mengetahui asal penerbit dan jenis buku terbitan dari luar negeri atau dalam negeri. Bagi penulis, ISBN sebagai hak cipta atau perlindungan karena sudah terdaftar di perpusnas. Baca Juga Begini Cara Menulis Buku Referensi Dari Karya Essay Membuat pembukuan Setelah mengetahui kelengkapan penyusunan data buku, langkah selanjutnya adalah membuat pembukaan. Bahasa sederhananya intro yang dibuat oleh peresensi sebelum masuk ke tubuh atau isi pembahasan yang akan Anda ulas. Tidak semua orang mampu membuat pembukaan yang menarik dan mengajak calon pembaca tertarik ingin membacanya loh. nah, buat kamu yang mengalami kesulitan hal yang sama, maka kamu bisa membuat lead pembuka yang menarik. Cara membuat lead yang menarik bisa membuat kesimpulan yang menarik. Bisa juga dengan mengambil pernyataan dari sumber buku yang paling bombastis menurut kamu atau bisa juga dibuat menggunakan bahasa dan gagasan yang Anda miliki. Tubuh/isi Bagian isi adalah adalah bagian yang berisi pernyataan dari isi buku yang sedang Anda review. Cara menulis resensi kuncinya adalah ringkas tetapi informative. Nah, inilah yang sebenarnya menjadi tantangan bagi peresensi. Anda sebagai peresensi dituntut bisa mengeksplorasi secara mendalam dan lengkap, namun tetap dikemas dengan sesingkat-singkatnya. Karena penulisan resensi buku secara keseluruhan hanya 1-2 halaman saja. Pokoknya, di bagian isi yang super singkat ini, peresensi juga harus bisa mengkritisi sekaligus mampu memberikan ulasan kelemahan dan kelebihan dari buku. Sampai di sini, barangkali Anda sudah ada gambarannya. Pernyataan resensi Unsur yang tidak kalah penting saat meresensi buku adalah, menyertakan pernyataan resensi. Sesuai dengan namanya, pernyataan berbentuk kalimat atau kata yang diambil secara utuh namun menarik dari sumber buku yang diresensi. Berbicara tentang pernyataan, ada dua bentuk pernyataan. Yaitu pernyataan langsung dan pernyataan tidak langsung. Nah, Anda bisa menggunakan salah satu atau salah duanya. Pernyataan yang diambil tidak perlu banyak, cukup satu atau dua pernyataan paling menarik dari buku tersebut, itu sudah cukup. Penutup resensi Cara menulis resensi yang terakhir, pastikan unsur terakhir harus terpenuhi. Yaitu bagian penutup resensi. Penutup resensi bisa dituliskan kesimpulan, dan rekomendasi buku tersebut cocok digunakan untuk siapa dan alasannya. Itulah beberapa unsur-unsur menulis resensi pada buku. Jika ingin meresensi film dan music, kurang lebih sama. Hanya beda objek bentuknya saja. Baca Juga Berikut Langkah Mengetahui Penerbit Buku Dosen yang Berkualitas Struktur Menulis Resensi Setelah mempelajari tentang pengertian dan unsur-unsur resensi, ada juga hal terpenting yang tidak kalah penting, yaitu menulis resensi sesuai dengan struktur. Struktur penulisan resensi memuat beberapa poin sebagai berikut. Orientasi Orientasi bagian struktur paling utama dalam teks resensi. Peresensi menuliskan dengan cara memberikan gambaran umum tentang isi dari yang diresensi. Termasuk dalam meresensi buku, film, drama maupun musik. Penulisan orientasi dapat dipaparkan dengan cara memaparkan secara umum latar belakang yang diresensi. tidak perlu dituliskan secara detail, cukup secara garis besarnya, hanya saja tetap mengandalkan pengemasan kalimat yang menarik. Tafsiran Sesuai dengan nama nya, tafsiran adalah menafsirkan karya baik karya buku, film, drama ataupun music. Tafsiran yang dapat diulas pada bagian buku secara singkat. Adapun muatan tafsiran yang wajib ada, yaitu mencantumkan kelemahan dan kelebihan dari karya tersebut. Termasuk mencantumkan kualitas karya. Evaluasi Struktur resensi yang ketiga adalah evaluasi. Sebagai referensi, Anda bisa mengulas karya dengan seksama dan hati-hati. Sesuai dengan nama nya, evaluasi adalah mengoreksi, memilih dan memilah bagian mana yang memiliki nilai lebih dan mana yang memiliki nilai kurang. Rangkuman Struktur yang paling akhir adalah rangkuman. Dibagian rangkuman, memuat kesimpulan terhadap karya yang sedang diresensi. Meskipun sebagai bentuk kesimpulan, pendapat peresensi tetap bisa dimasukan di sini. Ingat, kesimpulan ditulis secara singkat, padat dan tetap menarik untuk dibaca. Itulah struktur menulis resensi. Setelah mengetahui beberapa struktur di atas, tidak ada salahnya mengetahui macam-macam jenis resensi. Baca Juga Contoh Judul Buku Nonfiksi Jenis Menulis Resensi Mengetahui cara menulis resensi buku tidak cukup. Kita juga perlu tahu jenis resensi? Tidak banyak orang yang tahu ada banyak jenis resensi. Nah, untuk menjawab hal tersebut, berikut berikut macam-macamnya. Resensi Informative Jenis resensi informatif satu ini salah satu jenis resensi yang dikemas secara singkat, padat dan jelas. Fokus yang disampaikan lebih menekankan pada bagian-bagian yang terpenting-penting saja, seraya mengutarakan kelemahan dan kelebihan. Sehingga artikel tersebut kaya informasi. Resensi Deskriptif Resensi deskriptif adalah menggambarkan secara mendetail dan rinci sebuah karya. Jenis resensi ini ditulis dan bertujuan untuk memberikan informasi betapa pentingnya karya tersebut harus dinikmati. Tidak lupa juga disertai kelemahan dan kelebihan karya tersebut. Teks Resensi Kritis Teks resensi kritis dipaparkan lebih menonjolkan pada metode ilmu pengetahuan tertentu. Contohnya, novel Laskar Pelangi yang menggunakan pendekatan ilmi sosiologi. Oh iya, sebagai catatan, penulisan resensi ditulis secara objektif dan kritis. Jadi tidak ditulis semata-mata karena pandangan dari pembuat resensi tersebut. Itulah beberapa jenis menulis resensi buku. Nah, setelah mempelajari tentang struktur menulis resensi, kita masuk ke pembahasan inti. Yaitu mempelajari cara menulis resensi itu sendiri. Cara Menulis Resensi Buku Berbicara tentang bagaimana cara menulis resensi, pastinya setiap orang memiliki cara dan trik sendiri-sendiri. Nah, pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi pengalaman cara menulis resensi, yang difokuskan pada penulisan resensi buku. Memilih Buku Yang Diresensi Cara menulis resensi yang pertama, tentu saja menentukan buku yang hendak di resensi. Jika konteks meresensi karena inisiatif sendiri, bukan karena tuntutan tugas. Maka, carilah buku yang Anda sukai. Mengetahui Peruntukan Resensi Mengetahui peruntukan resensi terlebih dahulu, meresensi buku untuk kepentingan tugas, atau keinginan diri sendiri. Jika untuk kepentingan diri sendiri, umumnya dikirimkan ke surat kabar, majalah atau semacamnya. Membaca Buku Cara menulis resensi yang paling wajib dilakukan adalah membaca buku. Seorang peresensi tanpa membaca bukunya akan berdapak pada gaya bahasa dan value yang disampaikan. Setidaknya peresensi yang benar-benar membaca memiliki kesannya tersendiri. Membuat Catatan Cara menulis resensi yang lain, bisa dicoba adalah membuat catatan. Jadi agar tidak terkesan bekerja dua kali. Saat membaca buku tersebut, pastikan mencatat setiap kalimat atau poin-poin pentingnya. Cara ini terbukti efektif dan mempersingkat waktu dalam menuliskannya nanti. Menulis resensi Jika beberapa cara di atas sudah dipraktekan. Maka saat membuat resensi akan terasa mudah dan mengalir. Anda pun tidak perlu lagi membaca ulang dalam menuliskannya. Cukup membaca catatan yang sudah Anda tulis sebagai acuan. Nah, terkait dengan isi resensi apa saja yang harus dituangkan? Anda bisa kembali merujuk pada struktur dan unsur resensi di bab di atas. Semuanya ada di sana. Dari pembahasan di atas, sudah tahu gambaran bagaimana cara menulis resensi bukan? Sebenarnya menulis resensi itu mudah. hal yang mempersulit saat menulis resensi adalah dorongan untuk membaca bukunya. Apalagi jika buku tersebut sangat tebal. Nah, semoga dengan pembahasan yang cukup panjang ini bermanfaat buat Anda. selamat mencoba mempraktekannya. Salam literasi. Irukawa Elisa
bacalah kembali contoh teks resensi di atas dengan baik